Tampilkan postingan dengan label Wisata DKI Jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata DKI Jakarta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 November 2014

Wisata Pulau Onrust Kepulauan Seribu DKI Jakarta

Wisata Pulau Onrust Kepulauan Seribu DKI Jakarta

Rating : 81 dari 100 berdasarkan 44 review

Pulau Onrust Kapal Kepulauan Seribu

Setelah puas mengeksplor Pulau Kelor, sekarang kami menuju Pulau Onrust. Pulau Onrust dari kata bahasa Belanda yang artinya Tidak Pernah Beristirahat. Di masa penjajahan Belanda pulau ini menjadi lokasi bongkar muat komoditas milik VOC dan tempat galangan kapal. Aktifitas 24 jam inilah yang menyebabkan orang Belanda menyebutnya Onrust atau Unrest dalam bahasa Inggris. Tetapi orang Indonesia jaman dulu menyebutnya Pulau Kapal karena banyak lalu-lalang kapal dan tempat kapal diperbaiki. Sumber lain menyatakan nama pulau ini diambil dari bangsawan Belanda penguasa pulau ini yaitu Baas Onrust Cornelis van der Walck.


Tentang Pulau Onrust

Sebelum Belanda datang, pulau ini tempat peristirahatan raja-raja Banten. Kemudian terjadi sengketa antara kerajaan Banten dan kerajaan Jayakarta. Ketika Belanda datang dan gagal memonopoli perdagangan di Banten, Belanda mengalihkan perhatiannya ke Jayakarta. Belanda membantu Jayakarta merebut Pulau Onrust. Belanda berhasil, dan pada tgl 10-13 Nopember 1610 Belanda diberi hak oleh Pangeran Jayakarta mengambil kayu untuk pembuatan kapal di teluk Jayakarta. Pada tahun 1613 berkembang membuat galangan kapal dan gudang kecil di Pulau Onrust, yang pada akhirnya Pulau Onrust dikuasai oleh Belanda.

Pada tahun 1800 Pulau Onrust atau Pulau Kapal diluluhlantakkan oleh Inggris. Tiga tahun kemudian dibangun lagi oleh Belanda. Tahun 1810 dihancurkan lagi oleh Inggris dan diduduki sampai tahun 1816. Tahun 1827 dibangun kembali oleh Belanda. Tahun 1883 Tanjung Priok mulai dibangun, pada masa inilah Pulau Onrust mulai kehilangan peranannya sebagai dermaga dan galangan kapal.

Tahun 1905 dimanfaatkan sebagai Sanotarium TBC. Tahun 1911 sampai dengan 1933 digunakan sebagai Karantina Haji. Kemudian dialihfungsikan lagi jadi penjara kaum pemberontak sampai dengan tahun 1940. Tahun 1942 - 1946 dijadikan Penjara Tawanan Perang oleh penguasa saat itu, baik Jepang ataupun oleh Sekutu.

Ketika Indonesia sudah merdeka, Pulau Onrust dimanfaatkan sebagai Rumah sakti Karantina penyakit menular (hingga 1960), Latihan Militer, Penampungan gelandangan dan pengemis (1960-1965). Sempat terjadi pembongkaran material di tahun 1968 oleh penduduk sekitar. Untuk melindungi peninggalan di pulau tersebut, Gubernur Ali Sadikin Tahun 1972 memutuskan Pulau Onrust sebagai pulau bersejarah.

Wisata Kepulauan Seribu

Apa Yang Ada di Pulau Onrust saat ini?

Menara Keket

Menara keket Wisata Kepulauan Seribu ini adalah bangunan jaman Belanda yang digunakan sebagai tempat jaga walaupun sekarang sudah tidak digunakan lagi. Biaya masuk ke Menara Keket Rp 5.000,-/orang.

Museum Onrust

Di museum Wisata Kepulaun Seribu ini kita bisa melihat berbagai macam arkeologi bersejarah pada zaman kolonial.

Puing Bekas Bangunan Belanda

Reruntuhan bekas bangunan Belanda yang dulu digunakan sebagai gudang, sanotarium, karantina haji, penjara, dll. Beberapa sumber menyebutkan D.N. Aidit gembong PKI pernah dipenjara di pulau ini.

Puing Bangunan Belanda di Pulau Onrust

Pemakaman Pribumi

Beberapa literatur menyebutkan bahwa SM Kartosuwiryo pemimpin DI/TII dieksekusi dan dimakamkan di Pulau Onrust, walaupun menurut Fadli Zon tgl 5 September 1962 dengan menggunakan kapal LCM (Landing Craft Mechanized) dieksekusi di Pulau Ubi. Sementara Arkeolog Candrian Attahiyat menyangkal makam Kartosuwiryo di Pulau Ubi dengan alasan Pulau Ubi sudah tenggelam tahun 1954 setelah ditinggalkan penduduknya eksodus ke Pulau Untung Jawa. Ada bukti prasasti mengenai relokasi seluruh penduduk Pulau Ubi ke Untung Jawa.

Pemakaman Belanda

Pulau Onrust bagian barat laut ada 42 makam orang Belanda abad ke-17 dan 18 yang dipagari tembok. Beberapa di antaranya menggunakan batu alam di atasnya. Hanya empat makam yang masih bisa dikenali.

Makam pertama Cornelius Willemse Vogel yang pernah menjadi Baas Van Onrust (1695-1738). Baas dalam bahasa belanda adalah Kepala atau pengawas. Lahir di Edam, Negeri Belanda tahun 1695 dan meninggal di Pulau Onrust tahun 1738. Berarti berumur 43 tahun. Kata Baas inilah yang menjadi Bos dalam bahasa Indonesia.

Makam kedua Johanna Kalf. Papan petunjuk menjelaskan perempuan ini adalah istri seorang bangsawan Belanda yang juga mati muda, sekitar 23 tahun saja.

Makam ketiga Anna Adriana Duran putri Bastian Duran. Lahir di Pulau Onrust pada 19 Desember 1763, meninggal dunia 19 September 1772. Usianya hanya 9 tahun. Menurut buku yang ditulis orang Belanda umur pendek itu karena pengaruh blue clay (tanah lempung biru) yang ada di daerah tropis.

Yang keempat yang paling menarik adalah makam Maria vande Velde. Sebuah puisi yang menggambarkan kepiluan dipahat abadi pada batu andesit pusaranya dalam Bahasa Belanda. Terjemahannya kurang lebih artinya sebagai berikut :

Lahir tanggal 29 Desember 1693 di Amsterdam,

"Jenazah Maria Van de Velde

Dimakamkan di sini

Yang patut masih dapat hidup

Bertahun-tahun

Seandainya Tuhan berkehendak

Tetapi ternyata, Jehova (Tuhan)

Telah menghalangi dia dengan kematian

Maria telah pergi,

Maria telah tiada!

Tetapi, tidak! Saya tarik kembali kata itu.

Sebagai yang diucapkan tanpa berpikir

Dan itu dapatlah

Karena ketergesa-gesaanku,

langsung dihukum!

Sekarang baru Maria hidup.

Sekarang ia hidup dengan Tuhannya

Lahir di Amsterdam

Pada tanggal 29 Desember 1693

Wafat pada tanggal 19 November

Di Pulau Onrust tahun 1721"

Mungkin karena puisi ini, sehingga muncul cerita-cerita misteri. Sebagian orang percaya dia meninggal karena penyakit tropis, sebagian lagi percaya dia mati bunuh diri. Beberapa orang mengaku penampakan dia berbaju pengantin masih sering muncul di Pulau Onrust.

Dihuni Dua KK

Pulau Onrust atau Pulau Kapal yang merupakan Wisata DKI Jakarta, kini dihuni oleh dua Kepala Keluarga (KK) yang mana mereka telah tinggal di sini sebelum pulau disahkan sebagai bangunan cagar budaya oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin tahun 1972.

Musholla dan Warung Makan

Pengunjung Pulau Onrust tidak perlu takut tidak bisa menunaikan kewajibannya kepada Tuhan karena ada Musholla di pulau ini, juga ada warung makan.

OK deh, capek cerita soal Pulau Onrust. Mari kita lanjutkan wisata kita ke Pulau Cipir. Pulau Cipir sudah memanggil-manggil kita.

Galeri Foto

Pariwisata DKI Jakarta Tamasya Pulau Kapal
Pakansi ke Pulau Onrust Piknik ke Kepulauan Seribu
Kepulauan Seribu Pulau Onrust Kapal
Pulau Onrust Kapal Kepulauan Seribu
Banyak Tikus di rumah Anda? Basmi aja dengan Ratgone 500gr, gak bikin tikus kapok...

Detail Pulau Onrust Kepulauan Seribu

Nama Tempat Wisata Pulau Onrust (Pulau Kapal)
Kategori Wisata Wisata Alam - Wisata Bahari - Wisata Pantai
Wisata Provinsi Wisata DKI Jakarta
Wisata Daerah Wisata Kepulauan Seribu
Alamat Letaknya berdekatan dengan dua pulau lain yang termasuk Wisata Taman Arkeologi Onrust, yaitu Pulau Kelor, Pulau Cipir, dan Pulau Bidadari, Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.
Wisata Lain Terdekat Pulau Ayer, Pulau Bidadari, Pulau Kelor (Pulau Kerkhof), Pulau Cipir (Kahyangan Islang), Pulau Tidung, Pulau Pari, Pulau Pramuka, Pulau Sepa, Pulau Pelangi, Pulau Macan, Pulau Putri

Lokasi


Sabtu, 22 November 2014

Wisata Pulau Kelor Kepulauan Seribu DKI Jakarta

Wisata Pulau Kelor Kepulauan Seribu DKI Jakarta

Rating : 90 dari 100 berdasarkan 53 review

Wisata Pulau Kelor Kepulauan Seribu

Bosan dengan hiruk-pikuknya kota Jakarta? Jenuh dengan kemacetan? Kenapa tidak berlibur di Kepulauan Seribu saja yang sunyi dan tentunya bebas kemacetan. Ayo lepaskan beban hidup sejenak, mari kita berangkat ke kepulauan seribu yang jaraknya beberapa km saja dari Jakarta. Kali ini kita melalui Dermaga Muara Kamal.

Daftar Isi


Tentang Wisata Pulau Kelor Kepulauan Seribu DKI Jakarta

Kali ini kami akan mengunjungi 3 pulau sekaligus dalam sehari, yaitu Pulau Kelor, Pulau Onrust, dan Pulau Cipir. Mudah-mudahan hari ini tidak hujan dan ombak tidak besar, paling takut kalau naik perahu kecil dihantam badai. Tujuan Pertama kami adalah Pulau Kelor.

Flygard 1 GR 800 gram Pembasmi Lalat Ampuh Bahan Aktif Azamethiphos
Dermaga Muara Kamal

Pulau Kelor atau Kerkhof yang masuk wilayah Kepulauan Seribu DKI Jakarta, luasnya tidak lebih dari 28 hektar saja. Mungkin itu sebabnya sekarang disebut Pulau Kelor, mungkin karena ada pepatah "Tak seluas daun kelor". (Hahaha... Maaf, asal nebak, ilmu cocoklogi)

Di pulau ini kita bisa melihat peninggalan jaman Belanda. Di Pulau Kelor terdapat benteng yang cukup besar yang bernama Benteng Martello atau Benteng Menara. Sudah digunakan sejak tahun 1850 untuk bertahan dari serangan Bangsa Portugis sekaligus sebagai menara pengintai.

Pembangunan benteng bukan tanpa alasan, kolonial Belanda pada rentang tahun 1840-1880 tengah mengembangkan sistem pertahanan Nieuwe Hollandsc Waterlinie. Apa itu artinya? Coba tanya mbah google ya... Selain itu terdapat kuburan kapal tujuh atau Sevent Provincien, yaitu kapal yang digunakan untuk pemberontakan pertama antikolonial yang dilakukan oleh prajurit laut Indonesia.

Jaman Belanda Pulau ini namanya Pulau Kerkhof, yang artinya kuburan. Mungkin maksudnya pulau ini juga dijadikan tempat mengubur tenaga kerja paksa yang meninggal untuk membangun benteng tersebut, atau meriam di benteng ini yang menjadikan kapal musuh terkubur ke dalam lautan. Entahlah...

Ketika Gunung Krakatau tahun 1883 meletus dengan hebatnya, Benteng Martello ini menjadi rusak parah. Tentu juga kerusakan tersebut ditambah karena abrasi laut. Ada beberapa potongan tembok yang sudah tercebur dan tenggelam ke laut.

Masih enak-enaknya menikmati pemandangan di Pulau Kelor sambil berselfie ria, guide sudah meminta kami, kembali ke perahu, untuk melanjutkan tamasya ke Pulau Onrust.

Galeri Foto

Obyek Wisata Kepulauan Seribu Tempat Rekreasi DKI Jakarta
Tamasya Ke Pulau Kelor Piknik ke Kepulauan Seribu
Benteng Martello Pulau Kerkhof Pulau Kelor Kerkhof
Darmawisata ke Kepulauan Seribu Pelesir Pulau Kelor
Tour Pulau Kelor Liburan ke Pulau Kelor
Wisata DKI Jakarta Berjalan-jalan ke Kepulauan Seribu

Detail Pulau Kelor Kepulauan Seribu DKI Jakarta

Nama Tempat Wisata Pulau Kelor - Pulau Kerkhof
Kategori Wisata Wisata Alam - Wisata Bahari - Wisata Sejarah - Wisata Pantai
Wisata Provinsi Wisata DKI Jakarta
Wisata Daerah Wisata Kepulauan Seribu
Alamat Pulau Kelor Untungjawa, Kepulauan Seribu Selatan, Kab. Adm. Kep. Seribu, DKI Jakarta
Harga Tiket Masuk Pulau Kelor Satu paket 3 Pulau + transport perahu PP Rp. 100.000,-
Jam Buka Pulau Kelor 24 jam
Wisata Lain Terdekat Pulau Ayer, Pulau Bidadari, Pulau Onrust, Pulau Tidung, Pulau Pari, Pulau Pramuka, Pulau Sepa, Pulau Pelangi, Pulau Macan, Pulau Putri

Lokasi


Jumat, 05 Juli 2013

TMII Taman Mini Indonesia Indah

TMII Taman Mini Indonesia Indah

Taman Mini Indonesia Indah

Setelah cemberut saja selama berada di Museum Lubang Buaya, kini si kecil bisa tertawa lebar sejak masuk Taman Mini Indonesia Indah. Saya sampai kebingungan karena dia sampai tertawa ngakak. Ketika kutanya kenapa, dia jawab : "Masak ada pocong naik sepeda motor, kecapaian kali dia loncat-loncat".


Tentang Taman Mini Indonesia Indah

Pocong Naik Motor di TMII

Taman Mini Indonesia Indah atau disingkat dengan TMII sering jadi destinasi study tour anak-anak sekolah dari berbagai daerah. TMII merupakan lokasi yang tepat untuk mengenal corak budaya di Indonesia secara singkat. Anak-anak bisa mengenal budaya dari Sabang sampai Merauke. Tidak heran kalau pengunjung yang datang kebanyakan orangtua yang menggandeng anak-anak. Taman Mini Indonesia Indah semakin ramai saat liburan anak sekolah karena disitulah waktu yang dipilih sekolah-sekolah di daerah untuk melakukan study tour ke Jakarta.

Taman Mini Indonesia Indah adalah miniatur Indonesia, mulai dari Sabang hingga ke Merauke. Ada orang yang bilang, nggak perlu mengeluarkan banyak tenaga dan uang untuk keliling Indonesia. Cukup dengan datang ke Taman Mini Indonesia Indah, kamu sudah bisa melihat betapa cantiknya Indonesia. Sebagai tempat edukasi dan entertain, Taman Mini Indonesia Indah pun dibilang cukup besar karena luasnya mencapai 150 hektar.

Menjadi salah satu tempat piknik terbesar di Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah selalu memberikan atraksi menarik yang membuat banyak pengunjung benar-benar menikmati liburan di sana. Gambaran tentang luas dan kayanya budaya nusantara terwakili di Taman Mini Indonesia Indah. Ada banyak spot yang bisa kamu kunjungi di Taman Mini Indonesia Indah. Anjungan daerah yang berjumlah 34 menjadi spot yang wajib dikunjungi karena tempat ini memamerkan busana pernikahan, senjata daerah, peralatan rumah tangga, baju tradisional, dan rumah adat.

Taman Mini Indonesia Indah dibangun atas ide dari Ibu Tien Soeharto, istri Presiden Soeharto. Keinginan itu terinspirasi dari kunjungan beliau ke obyek wisata Disneyland California di Amerika Serikat dan Thailand di Muangthai. Beliau berkeinginan bisa membangun taman bermain seperti Disneyland dengan menonjolkan spirit keIndonesiaan, untuk memberikan pengetahuan dan pengertian yang lebih baik kepada bangsa lain tentang Indonesia dan memupuk rasa bangga untuk rakyat Indonesia.

Karena anggaran yang dikeluarkan sangat tinggi, banyak mendapat protes dari mahasiswa. Tetapi pembangunan TMII terus berlanjut. Sampai pada akhirnya TMII diresmikan pada tgl. 20 April 1975. Sejak diresmikan, TMII dikelola oleh Yayasan Harapan Kita yang dipimpin oleh keluarga cendana.

Galeri Foto TMII

Keong Mas TMII
Taman Mini Indonesia Indah
TMII TMII

Detail TMII

Nama Tempat Wisata Taman Mini Indonesia Indah
Kategori Wisata Wisata Buatan - Wisata Pendidikan - Wahana Permainan
Wisata Provinsi Obyek Wisata DKI Jakarta
Wisata Daerah Obyek Wisata Jakarta Timur
Alamat JL. Raya Taman Mini, Jakarta Timur,
Wisata Lain Terdekat Kampung China Kota Wisata Cibubur, Telaga Arwana Cibubur, Buperta Cibubur, Jakarta Germs Center, Monumen Pancasila Sakti, Cibugary, Taman Bambu Jakarta Timur, Indraloka Family Park, Taman Wiladatika.

Lokasi TMII


Museum Lubang Buaya Jakarta Timur

Museum Lubang Buaya Jakarta Timur

Museum Lubang Buaya

Tiga putriku sedang liburan ke Jakarta. Hari ini aku berencana mengajak mereka ke Museum Lubang Buaya dan Taman Mini Indonesia Indah. Kasihan mereka di desa terus, sesekali biar tahu keindahan kota. Karena belum punya mobil, aku pinjam satu motor dari teman untuk anak-anakku yang sudah SMU. Sementara yang terkecil berboncengan denganku. Tujuan pertama adalah Museum Lubang Buaya.

Museum Lubang Buaya dibangun dan diresmikan di era Presiden Soeharto. Tujuannya adalah untuk mengenang perjuangan para pahlawan revolusi demi membebaskan Indonesia dari ancaman ideologi komunis. Kompleks Museum Lubang Buaya terdiri dari Monumen Pancasila Sakti, Ruang Penyiksaan, Museum Pengkhianatan PKI, Dapur Umum PKI, Pos Komando PKI, Museum Paseban, Ruang Teater serta Sumur Maut berkedalaman 12 meter dan berdiameter 75 cm yaitu tempat dikuburnya ketujuh jenderal yang diculik PKI.

Di Museum Pengkhianatan PKI sebelum ruang diorama, terdapat ruang yang menampilkan tiga mosaik, antara lain korban keganasan pemberontakan PKI di Madiun pada 1948, pengangkatan jenazah 7 pahlawan revolusi di Lubang Buaya pada 4 Oktober 1965, dan Sidang Mahkamah Militer Luar Biasa terhadap para tokoh PKI tahun 1966-1967.

Yang jadi pertanyaan, kenapa dinamakan Lubang Buaya? Apakah sumur tersebut hasil galian buaya untuk sarang? Ternyata tidak kawan. Lubang Buaya adalah nama sebuah jalan sekaligus kelurahan yang ada di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Di daerah ini dulunya ada sungai yang dipenuhi hewan buaya. Bukan hanya buaya yang tampak mata saja, ada pula buaya tak kasat mata, yaitu siluman buaya putih (Sementara buaya daratnya lagi baca artikel ini. Hahaha...). Buaya-buaya gaib itu dapat diatasi oleh ulama yang bernama Pangeran Syarif atau Datok Banjir. Maka sejak itulah daerah tersebut dinamakan sebagai Lubang Buaya.

Desa Lubang Buaya pada tahun 1965 tidak ramai seperti sekarang. Saat itu di Jakarta Timur masih berupa kebun dan hutan, termasuk di dalamnya hutan karet dan kondisinya masih sepi. Desa Lubang Buaya pada waktu itu hanya ada 13 rumah yang letaknya saling terpencar jauh. Satu kawasan hanya ada tiga rumah dan satu sumur.

Daerah Lubang Buaya akhirnya jadi tempat pembunuhan dan pembuangan 6 perwira tinggi dan 1 perwira menengah TNI AD. Mereka adalah Letjen Ahmad Yani, Mayjen MT Haryono, Mayjen S. Parman, Mayjen R. Suprapto, Brigjen DI Pandjaitan, Brigjen Sutoyo Siswomiharjo, dan Lettu Pierre Tendean.

Karena Si Kecil tidak menikmati wisata di sini, akhirnya kami bergegas ke Taman Mini Indonesia Indah.

Galeri Foto Museum Lubang Buaya

Monumen Pancasila Sakti
Monumen Pancasila Sakti Monumen Pancasila Sakti
Sumur Maut Lubang Buaya
Museum Lubang Buaya Museum Lubang Buaya
Museum Lubang Buaya
Museum Lubang Buaya Jaktim Museum Lubang Buaya Jaktim
Wisata DKI Jakarta Wisata DKI Jakarta
Wisata DKI Jakarta

Lokasi Museum Lubang Buaya


Senin, 16 Mei 2011

Kebun Binatang Ragunan Jakarta Selatan

Kebun Binatang Ragunan Jakarta Selatan

Kebun Binatang Ragunan
Si Olla berkunjung ke Jakarta untuk menengokku. Sudah hampir dua minggu dia di Jakarta, tetapi aku belum sempat mengajaknya jalan-jalan. Belum ada waktu, karena aku selalu disibukkan oleh pekerjaan. Hari sabtu, aku harus mengisi kegiatan refresh training. Kuajak dia dengan maksud nanti pulangnya langsung menuju ke Kebun Binatang Ragunan, salah satu Obyek Wisata di DKI Jakarta.

Maklum Jakarta, kalau tidak seperti itu, waktu terbuang percuma hanya di jalan saja. Pukul 12:00 tepat acara selesai, langsung kuluncurkan revoku menuju Kebun Binatang Ragunan.

Kebun Binatang Ragunan merupakan kebun binatang pertama di Indonesia yang didirikan pada tahun 1864 dan saat itu diberi nama Planten En Dierentuin, yang artinya 'Tanaman dan Kebun Binatang'. Sekarang disebut Kebun Binatang Ragunan karena terletak di daerah Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Indonesia.

Kebun Binatang Ragunan
Pada mulanya Kebun Binatang Ragunan terletak pada tanah seluas 10 hektare di kawasan Cikini Jakarta Pusat. Tanah tersebut pemberian seorang pelukis ternama Indonesia, Raden Saleh. Saat itu, Planten En Dierentuin dikelola oleh Perhimpunan Penyayang Flora dan Fauna Batavia yang tergabung dalam Culturule Vereniging Planten en Dierentuin at Batavia. Pada Tahun 1949 nama Planten En Dierentuin diubah menjadi Kebun Binatang Cikini dan pada tahun 1964 dipindahkan ke kawasan Ragunan yang merupakan tanah hibah dari Pemerintah DKI Jakarta 30 hektare. Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin meresmikan Taman Margasatwa Ragunan pada 22 Juni 1966. Saat ini, Kebun Binatang Ragunan sudah mencapai 140 hektar luasnya. Di dalamnya terdapat berbagai koleksi yang terdiri dari 295 spesies dan 4040 spesimen.

Obyek Wisata Jakarta Selatan

Selain melihat binatang, di Kebun Binatang Ragunan kita bisa duduk santai diantara rerimbunan pepohonan sambil menikmati semilir angin dan kicau burung. Atau kalau Anda ingin naik gajah, kuda, kereta, atau andong keliling Kebun Binatang Ragunan, semua itu bisa Anda lakukan. Tapi yang mengecewakan, ketika si kecil minta ice cream Miami harganya Rp. 12.000,- bro padahal di luar cuma Rp. 3000,-

Galeri Foto Kebun Binatang Ragunan


Kebun Binatang Ragunan Kebun Binatang Ragunan
Wisata DKI Jakarta Ragunan Zoo
Kebun Binatang Ragunan

Lokasi Kebun Binatang Ragunan